Kemitraan

Dari Bojonegoro, Rita Yuana Buktikan Mimpi Anak Desa Bisa Menembus Panggung Nasional

20 Feb 2026 · 32 views

Dari Bojonegoro, Rita Yuana Buktikan Mimpi Anak Desa Bisa Menembus Panggung Nasional

Dunia pendidikan Bojonegoro kembali menorehkan kabar membanggakan. Rita Yuana, Kepala SDN Grebegan, Kecamatan Kalitidu, berhasil meraih penghargaan nasional dalam ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 pada kategori Inspirator Pendidikan Formal.

Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi literasi yang tidak biasa. Rita mengajak para siswanya menuliskan mimpi dan cita-cita mereka dalam sebuah buku berjudul Membangun Mimpi dari Pelosok Negeri: Bunga Rampai Cita-Cita Siswa SDN Grebegan, Kalitidu, Bojonegoro.

Di tengah keterbatasan yang kerap melekat pada sekolah pedesaan, SDN Grebegan justru membuktikan bahwa inspirasi besar bisa lahir dari ruang kelas sederhana.

Berangkat dari kegelisahan melihat kondisi sosial ekonomi peserta didik yang sebagian besar berasal dari keluarga petani, Rita memilih untuk tidak berfokus pada keterbatasan. Sebaliknya, ia melihat potensi besar yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk tumbuh dan didengar.

“Anak-anak di desa juga memiliki mimpi besar. Mereka hanya membutuhkan ruang, pendampingan, dan seseorang yang percaya bahwa mereka mampu,” ujar Rita.

Gagasan sederhana itu kemudian diwujudkan melalui sebuah gerakan literasi berbasis cita-cita. Sebanyak 54 siswa kelas IV, V, dan VI diajak menuliskan harapan, impian, serta gambaran masa depan mereka dalam bentuk esai sederhana.

Hasilnya luar biasa. Sebuah buku setebal 180 halaman berhasil diterbitkan pada Februari 2026 bekerja sama dengan PT Taman Baca Indonesia Bojonegoro.

Proses penyusunan buku diawali dengan observasi dan pendekatan personal kepada siswa. Bersama tim guru yang terdiri dari Sri Wuryani, Sriyanik, dan Sumiyati, Rita mendampingi anak-anak menuangkan cerita tentang profesi impian mereka, alasan memilih cita-cita tersebut, hingga langkah-langkah yang ingin mereka tempuh untuk mewujudkannya.

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam proses belajar.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan rutin bertajuk Sabtu BERSERI, sebuah ruang belajar yang mengenalkan berbagai profesi sekaligus membuka cakrawala siswa tentang masa depan.

Dari program itu lahirlah beragam mimpi. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, tentara, pilot, atlet, pengusaha, petani sukses, masinis, hingga konten kreator.

Namun dampak program ini ternyata jauh melampaui kemampuan menulis.

Anak-anak yang sebelumnya cenderung pemalu mulai berani berbicara di depan kelas. Mereka tampil lebih percaya diri saat mempresentasikan tulisan dan menyampaikan pendapat.

Selain meningkatkan kemampuan literasi, proses menulis juga menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Nilai-nilai seperti kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan pantang menyerah tumbuh melalui refleksi yang mereka lakukan saat menuliskan cita-cita.

Inovasi tersebut pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menilai program ini layak menjadi inspirasi bagi sekolah lain karena menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan peserta didik.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Mokhamad Anwar Mukhtadlo, menyebut buku karya siswa SDN Grebegan sebagai bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari kesederhanaan.

Bagi SDN Grebegan, penerbitan buku ini bukan sekadar proyek literasi. Ini adalah gerakan pendidikan yang menumbuhkan keberanian, harapan, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan yang besar, di mana pun mereka dilahirkan.

Prestasi yang diraih Rita Yuana melalui ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 menjadi pengingat bahwa inovasi pendidikan tidak selalu lahir dari fasilitas mewah atau teknologi tercanggih.

Kadang, perubahan justru dimulai dari hal yang paling sederhana: seorang guru yang percaya pada mimpi murid-muridnya.

Dan dari sebuah sekolah yang berdiri di tengah hamparan sawah Bojonegoro, mimpi-mimpi itu kini telah menjelma menjadi inspirasi bagi Indonesia.